![]() |
| Kecamatan Lunang |
KEADAAN GEOGRAFI
Kecamatan
Lunang merupakan daerah paling selatan dari
Kabupaten
Pesisir Selatan. Secara Geografis
terletak pada 1010 00 – 101
0
daerah
Kecamatan Lunang tercatat sebesar 564 Km2 atau
9,81 persen dari
Luas
Kabupaten Pesisir Selatan.
Sebelah
utara berbatasan dengan Kecamatan Basa IV Balai
Tapan,
sebelah selatan dengan Kecamatan Silaut, sebelah timur dengan
Propinsi
Jambi, dan sebelah barat dengan Samudera Indonesia.
Topografi
daerah Kecamatan Lunang datar dan berbukit–bukit
sebagai
perpanjangan dari Bukit Barisan, dengan tinggi dari permukaan
laut
berkisar antara 2 – 30 meter.
Jika
dilihat dari sudut penggunaan lahan, sekitar 71,66 persen
dari
luas daerah Kecamatan Lunang adalah lahan pertanian. Dimana 5,44
persen
adalah Lahan sawah dan 66,17 persen adalah lahan pertanian
bukan
sawah seperti perkebunan, hutan Rakyat dan Hutan negara. Untuk
lahan
bukan pertanian seperti jalan, pemukiman, sungai dan lainnya hanya
sekitar
28,39 persen.
Sejarah
Di Lunang ini terdapat keluarga Mande Rubiah yang dipercaya merupakan keturunan Bundo Kanduang, seorang raja perempuan Minagkabau yang menyelamatkan diri dari musuhnya yang menyerang Pagaryung dari Timur. Ia menyelamatkan diri bersama anak dan menantunya ke daerah ini. Hingga kini masih didapati makam keluarga Kerajaan Pagaruyung di nagari Lunang dan juga sebuah Rumah Gadang yang tak lain adalah istana Bundo Kanduang.Di Lunang ini mayoritas didiami oleh pecahan Suku Malayu yang secara historis merupakan keturunan dari pendatang dari Sungai Pagu dan daerah lain di sekitar Lunang. Selain itu juga terdapat Suku Caniago di nagari ini. adapun nama-nama suku di Nagari Lunang adalah : Malayu, Malayu Gadang Rantau Kataka, Malayu Gadang Kumbuang, Malayu Durian/Rajo, Malayu Kecik, Malayu Tangah, Caniago Patih dan Caniago mangkuto.
Mande Rubiah sekarang bernama kecil Rakinah. suami dia bernama Suhardi sutan Indera (suku Malayu Gadang Rantau Kataka) dan 7 orang anak (6 Putera dan 1 Puteri) ; Mar Alamsyah Sutan Daulat, Zulrahmansyah Daulat Rajo Mudo,SS, Noval Nofriansyah, Marwansyah, Zaitulsyah, Heksa Rasudarsyah, Naura Puti kabbarasti.
Sebelum tahun 70 an daerah ini menutup diri dari dunia luar. Tahun 1971, wali nagari dan tokokh2 Masyarakat kampung dan perantau mengusulkan kepada bupati Pessel waktu itu Drs. Abrar, daerah ini diusulakan ke pemerintah pusat sebagai penerima Transmigrasi dari pulau Jawa. usulan tersebu tereleasasi tahun 1973. Semenjak itu terjadi asimilasi antara suku jawa dan minang yang saling menghargai. Secara berangsur perekonomian mulai membaik. pun budaya berkembang.
Di zaman kekuasaan Inderapura, nagari Lunang berada dibawah penguasaan Inderapura.
Lunang berpotensi menjadi daerah tujuan wisata sejarah dan budaya di Sumatera Barat dengan dijadikannya rumah gadang Mande Rubiah sebagai museum oleh Pemerintah Daerah Pesisir Selatan. Juga dilakukan pemugaran terhadap situs-situs sejarah di Lunang.
Selain itu dari segi ekonomi, Lunang berpotensi karena lahan perkebunan kelapa sawit di daerah transmigran Lunang Silaut.
![]() |
| Situs Rumah Gadang Mande Rubiah |
| Kantor Kecamatan Lunang |
Kecamatan
Lunang terdiri dari 10 kenagarian yaitu Kenagarian
Lunang,
Kenagarian Lunang Utara, Kenagarian Lunang Selatan,
Kenagarian
Lunang Barat, Kenagarian Lunang Satu, Lunang Dua, Lunang
Tiga,
Lunang Tengah, Pondok Parian, dan Kenagarian Sindang Lunang.
Dipimpin oleh Bapak Mukhtar Is, S.E Sebagai Camat Kecamatan Lunang
Lembaga Ketahanan Masyarakat Nagari (LKMN) di Kecamatan
Lembaga Ketahanan Masyarakat Nagari (LKMN) di Kecamatan
Lunang
semuanya berklasifikasi II. Tetapi klasifikasi ini belumlah bersifat
standar
karena belum adanya aturan baku tentang klasifikasi
LKMN oleh
LKMN oleh
pemerintah
daerah Kabupaten Pesisir Selatan.
Kualitas
sumber daya manusia pegawai negeri sipil di
lingkungan
pemerintahan Kecamatan Lunang bisa dikatakan belum
memadai.
Jumlah pegawai negeri sipil di Kantor Camat Lunang hanya
tercatat
sebanyak 10 orang, dimana terdiri dari 9 orang tamatan SLTA
dan 1
orang tamatan Akademi/P. Tinggi. perlu diketahui pembangunan kantor kecamatan ini merupakan sedih berbuah bahagia sebab dalam pembangunannya disulkan dan diterima langsung oleh Mantan Presiden Republik Indonesia Bapak SBY saat menjabat sebagai presiden dalam kunjungannya melihat korban Gempa di Lunang dan Silaut. sehingga mungkin sampai sekarang kantor camat Lunang merupakan salah satu kantor kecamatan Berkategori A dibandingkan Kantor kecamatan lain yang ada di kabupaten pesisir selatan.
Pada
pemilu legislatif tahun 2009, Kecamatan Lunang termasuk
wilayah
V. Banyaknya suara sah yang diperoleh masing-masing partai
untuk
DPRD Tk.II pada pemilu 2009 di wilayah V ini adalah: Partai
Persatuan
Pembangunan mendapat suara sekitar 9,25 persen, Partai
Golkar
26,77 persen. PDI-P mendapat 5,78
persen, Partai Amanat
Nasional
mendapat 27,27 persen suara, Partai Kebangkitan Bangsa
mendapat
2,49 persen suara. Sementara gabungan dari beberapa partai
lainnya
mendapat suara sekitar 28,43 persen.
- Nagari Lunang
- Nagari Lunang utara
- Nagari Lunang Barat
- Nagari Lunang Selatan
- Nagari Sindang Lunang
- Nagari Pondok Parian Lunang
- Nagari Lunang Tengah
- Nagari Lunang Satu
- Nagari Lunang Dua
- Nagari Lunang Tiga
Struktur Organisasi dan Tata kerja Kecamatan
Lunang
Susunan Organisasi
Organisasi Kecamatan Lunang terdiri dari :
a) Camat
b) Sekretaris
Kecamatan
c) Kasi
Pemerintahan dan Trantib
d) Kasi
Kesejahteraan Sosial
e) Kasi
Administrasi Kependudukan dan Pencatatan Sipil
f) Kasi
Ekonomi dan Pembangunan
g) Kasubag
Umum dan Kepegawaian
h) Kasubag
Perencanaan dan Pelaporan
i) Kasubag Keuangan
Sumber Daya Aparatur
Sumber
daya aparatur Kecamatan Lunang berjumlah 12 orang, dengan klasifikasi sebagai
berikut :
Berdasarkan
pendidikan
a) S-2 : 0 orang
b) S-1 : 9 orang
d) SLTA : 2 orang
Berdasarkan
jabatan
a)
Eselon III : 2 orang
b)
Eselon IV : 6 orang
c)
Staf : - orang
d) Tenaga sukarela :
4 orang
Visi Kecamatan Lunang
"Mewujudkan koordinasi penyelenggaraan
pemerintahan, pembangunan
dan kegiatan sosial kemasyarakatan yang baik menuju
pelayanan prima”
Misi Kecamatan Lunang
- Memantapkan koordinasi penyelenggaraan pemerintahan
- Memantapkan koordinasi kegiatan sosial kemasyarakatan
- Memantapkan koordinasi pelaksanaan pembangunan
Motto
“Kebersamaan dalam
mewujudkan tercapainya pelayanan prima “
maksudnya adalah secara geografis jarak Kecamatan Lunang dengan pusat
Pemerintahan ibu kota
Kabupaten yang jauh menyebabkan terjadinya berbagai
kendala dalam pelaksanaan pelayanan
kepada masyarakat, baik dari segi cakupan
luasnya wilayah Kecamatan maupun dari segi aparatur
yang jumlahnya sangat
kurang dari standar suatu SKPD sesuai dengan SOTK yang ada.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar